Jakarta, Nitikan.id – Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI yang juga Anggota Komisi I DPR RI, H. Jazuli Juwaini, menyatakan keprihatinan mendalam atas dugaan pembunuhan jurnalis perempuan bernama Juwita (25) di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada 22 Maret 2025. Kasus ini semakin menjadi sorotan karena pelaku diduga merupakan anggota TNI Angkatan Laut (AL) berinisial J (23) dari Lanal Balikpapan.
Dalam pernyataannya, Jazuli mendesak Polisi Militer TNI (POM TNI) untuk mengusut kasus ini secara tuntas dan transparan. Ia menegaskan bahwa kekerasan terhadap jurnalis adalah ancaman serius bagi demokrasi dan kebebasan pers di Indonesia.
“Kami sangat prihatin dengan kejadian ini. Jurnalis adalah pilar penting dalam demokrasi, dan tindakan kekerasan seperti ini tidak bisa dibiarkan. Kami meminta POM TNI mengusut kasus ini secara terbuka dan menyeluruh,” ujar Jazuli.
Lebih lanjut, Jazuli menekankan bahwa jika pelaku terbukti bersalah, hukuman berat harus diberikan sebagai bentuk keadilan dan efek jera. Ia juga mengapresiasi langkah cepat TNI AL yang telah menahan pelaku, tetapi tetap meminta proses hukum berjalan tanpa pandang bulu demi menegakkan supremasi hukum.
Evaluasi dan Pengawasan di Institusi TNI
Selain mendesak pengusutan tuntas, Jazuli juga menyoroti tingginya kasus kekerasan dan tindak pidana yang melibatkan prajurit TNI. Menurutnya, institusi TNI perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses rekrutmen dan pembinaan prajurit.
“Memang pelaku adalah oknum, tapi kasus-kasus pidana seperti ini sudah berulang kali terjadi. Ini jelas merusak citra institusi TNI,” tegasnya.
Jazuli juga meminta agar pengawasan terhadap prajurit di setiap level diperkuat guna mencegah kasus serupa terjadi di masa mendatang.
“Perkuat pengawasan di setiap level komandan kepada para prajurit. Berikan efek jera yang bisa memutus rantai tindak pidana di kalangan oknum prajurit. Jangan ada toleransi sedikit pun,” tambahnya.
Perlindungan Terhadap Kebebasan Pers
Sikap tegas Jazuli ini mencerminkan komitmen Fraksi PKS dalam memperjuangkan keadilan bagi korban serta melindungi profesi jurnalis di Indonesia. Ia berharap kasus ini menjadi perhatian serius semua pihak agar kejadian serupa tidak terulang lagi.
Kasus pembunuhan jurnalis Juwita masih dalam proses penyelidikan. Publik kini menantikan langkah tegas dari aparat penegak hukum dan TNI dalam menangani kasus ini secara adil dan transparan.

