• Home
  • Headline
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi – Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Profile
  • Teknologi
  • Science
  • Wisata
Selasa, Oktober 27, 2026
Nitikan.id
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Headline
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi – Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Profile
  • Teknologi
  • Science
  • Wisata
  • Home
  • Headline
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi – Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Profile
  • Teknologi
  • Science
  • Wisata
No Result
View All Result
nitikan.id
No Result
View All Result
Home Ragam

Wall of Death

Nitikan.id by Nitikan.id
27/10/2026
in Ragam
0 0
0
Wall of Death
0
SHARES
6
VIEWS
Bagi ke WhatsAppBagi ke Facebook

Dentuman drum menggelegar. Gitar berdistorsi meraung-raung, sementara vokalis berteriak memancing adrenalin penonton yang berdesakan di depan panggung. Keringat bercampur debu, kepala bergoyang, tangan mengepal di udara. Tiba-tiba, di tengah arena, penonton membelah diri menjadi dua barisan yang saling berhadapan. Ada ruang kosong di antara mereka. Sesaat suasana seperti tertahan, menunggu aba-aba. Begitu musik menghentak, kedua barisan berlari dan bertubrukan di tengah arena. Sorak-sorai pecah. Inilah wall of death, salah satu ekspresi moshing yang dikenal di kalangan penggemar musik cadas dan hardcore.

Bagi orang yang baru pertama kali menyaksikannya, pemandangan itu mungkin tampak seperti tawuran massal. Bedanya, mereka datang dengan sukarela, membeli tiket sendiri, dan menganggap benturan itu bagian dari keseruan konser. Selain wall of death, ada pula circle pit, ketika penonton berlari berputar membentuk lingkaran besar seperti pusaran manusia. Sekilas tampak kacau, tetapi keduanya memiliki dinamika dan kesepahaman tersendiri. Di arena itu, energi yang meledak-ledak justru menjadi bagian dari kegembiraan bersama.

Menariknya, dua pola gerakan ini bisa kita gunakan untuk membaca kehidupan politik. Sebab, tanpa raungan gitar sekalipun, rakyat belakangan ini seperti sedang melakukan wall of death. Masyarakat terbelah menjadi dua kubu yang saling berhadapan. Satu kelompok membela pemerintah, sementara kelompok lain menyuarakan kegelisahan atas keadaan yang mereka alami. Keduanya beradu argumen, saling sindir, bahkan terkadang saling meragukan kewarasan masing-masing.

Perbedaan pendapat tentu wajar dalam demokrasi. Masalah muncul ketika pembelaan terhadap pemerintah berubah menjadi kebiasaan menyangkal kenyataan yang dirasakan masyarakat. Ketika seseorang mengeluhkan harga kebutuhan pokok, misalnya, ia malah dianggap kurang bekerja keras dan bersyukur, atau tidak mampu melihat keberhasilan pemerintah. Seolah-olah persoalan ekonomi bisa selesai hanya dengan mengganti sudut pandang. Kalau beras mahal, barangkali rakyat perlu belajar berpikir positif sebelum menanak nasi.

Padahal, ada jurang antara gaya hidup dan biaya hidup. Gaya hidup dapat dipoles lewat pidato, pencitraan, dan tayangan keberhasilan di media sosial. Biaya hidup harus dibayar dengan uang sungguhan. Beras tidak menerima pembayaran berupa optimisme, tagihan listrik tidak bisa dilunasi dengan pujian, dan uang sekolah anak tidak mendadak lunas karena orang tuanya rajin membela pemerintah.

Bagi rakyat jelata, ekonomi bukan sekadar angka dalam presentasi atau grafik yang naik turun di layar. Ekonomi adalah dapur yang harus tetap mengepul, anak yang harus terus sekolah, dan kebutuhan harian yang tidak mengenal istilah nanti kita evaluasi. Tukang warung pun tidak bisa diminta menunda utang dengan alasan pertumbuhan ekonomi sedang menuju arah yang menjanjikan.

Namun, benarkah pembelahan ini tumbuh secara alamiah? Dalam politik, tidak semua pertentangan lahir begitu saja. Ada perbedaan yang tumbuh dari pengalaman dan kepentingan masyarakat. Ada pula perbedaan yang diperuncing melalui narasi, pelabelan lawan, pengulangan pesan, dan mobilisasi pendukung. Media sosial menjadi arena tempat kritik dicurigai, pembelaan dipuja, dan perbedaan pendapat diperlakukan seperti pengkhianatan.

Tentu, tidak setiap pendukung pemerintah merupakan orang suruhan, sebagaimana tidak setiap pengkritik otomatis menjadi pejuang kebenaran. Namun, kita patut bertanya siapa yang diuntungkan ketika rakyat terus bertubrukan. Ketika satu kelompok sibuk membuktikan pemerintah selalu benar dan kelompok lain sibuk membuktikan pemerintah selalu salah, persoalan mendasar seperti biaya hidup, ketimpangan, korupsi, dan pelayanan publik justru kehilangan perhatian.

Jangan-jangan, rakyat sedang bertarung di panggung yang iramanya ditentukan orang lain. Penonton saling berkelahi, pemain tetap menerima bayaran. Bahkan, bisa jadi ada yang tertawa di belakang layar karena kedua kubu sama-sama lupa memeriksa siapa pemilik panggung sesungguhnya.

Lantas, mengapa rakyat tidak mengubah wall of death menjadi circle pit? Mengapa energi yang selama ini habis untuk saling berbenturan tidak diubah menjadi pusaran kesadaran bersama? Mereka yang mendukung pemerintah dan mereka yang mengkritiknya semestinya bisa bertemu dalam satu kesepahaman bahwa korupsi tetaplah korupsi, ketidakadilan tetaplah ketidakadilan, dan penderitaan ekonomi tidak mengenal suku,agama,ras dan antar golongan.

Persatuan semacam ini bukan berarti rakyat harus memiliki pandangan politik yang seragam. Justru sebaliknya, perbedaan tetap dirawat, tetapi ada nilai bersama yang tidak boleh ditawar. Pejabat harus diawasi, hukum mesti berlaku adil, dan kekuasaan tidak boleh menjadi tempat berlindung bagi mereka yang menyalahgunakannya.

Pusaran itu tidak harus berupa amukan massa. Ia bisa hadir melalui gerakan warga yang mengawasi kebijakan, pers yang independen, penolakan terhadap politik uang, solidaritas sosial, serta keberanian mengkritik siapa pun tanpa melihat warna benderanya. Energi kolektif rakyat harus diarahkan untuk memperbaiki keadaan, bukan sekadar memenangkan perdebatan.

Sebab, mereka yang berlindung di balik kekuasaan tidak akan kehilangan ruang gerak hanya karena rakyat berteriak lebih keras. Perubahan terjadi ketika masyarakat berhenti menjadi alat pertengkaran dan mulai menjadi kekuatan yang terorganisasi. Ketika kebohongan tidak lagi dipercaya, politik uang tidak lagi diterima, dan pelanggaran hukum tidak lagi dimaafkan hanya karena dilakukan oleh orang yang didukungnya.

Namun, circle pit pun bisa kehilangan arah jika rakyat tidak memiliki kesadaran kritis. Pusaran yang besar belum tentu membawa perubahan. Bisa saja seseorang berdiri di tengah lingkaran, mengaku sebagai pengatur irama, lalu meminta semua orang bergerak mengikuti kepentingannya. Namanya politik, bahkan pusaran kesadaran pun bisa dijadikan panggung kampanye.

Karena itu, rakyat tidak cukup hanya bergerak bersama. Mereka perlu tahu untuk apa bergerak dan perubahan apa yang ingin diwujudkan. Jangan sampai hanya berganti irama, tetapi tetap menari mengikuti kemauan orang yang sama.

Sebab, kalau rakyat terus sibuk bertubrukan, siapa yang mengawasi panggung? Jangan sampai rakyat membayar tiket, ikut berkelahi, lalu pulang membawa memar. Sementara itu, mereka yang menikmati panggung tetap tertawa di balik layar, dan harga tiket untuk menyaksikan penderitaan berikutnya kembali naik.

 

Hgr Dinandaru Shobron

Pegiat rumah baca Tunas Aksara

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

  • Wall of Death
  • Blind Spot
  • Misteri di Balik Bibir
  • Ketika Langit Menegur  
  • Santri yang Menyala  
  • panen4d
  • joker123
  • slot777
  • slot scatter hitam
  • https://protuning.id/
  • https://ptnobelindonesia.com/
  • https://okegas.id/
  • https://dukcapil.selumakab.go.id/
  • https://store.scuto.co.id/wp-content/products/
  • https://selumakab.go.id/
  • https://dukcapil.selumakab.go.id/duta777/
  • https://krakatauniaga.co.id/run/
  • https://bossfood.co.id/wp-content/pound/
  • https://befood.id/run/?id=nanastoto
  • slot138
  • slot138
  • sultan69
  • joker123
  • slot mahjong
  • slot depo 10k
  • demo mahjong
  • slot bet 200
  • slot gacor
  • https://consumerstore.siccura.com/
  • https://blog.sparkresto.com/
  • https://jurnal.anfa.co.id/
  • sultan188
  • duniacash
  • https://dewa138.xyz/
  • sultan188 login
  • https://dhumanotmp.xoc.uam.mx/
  • https://programainfancia.xoc.uam.mx/
  • https://fe.unik-kediri.ac.id/
  • https://techno.ru.ac.th/en/contact/
  • sultan188
  • https://problemaseducacion.xoc.uam.mx/

Nitikan.id merupakan salah satu media siber yang berada dibawah naungan PT Poros Media. Nitikan.id ingin menyajikan konsep jurnalis yang memihak pada kepentingan publik, membawa pencerahan, membangun ruang kesadaran serta menumbuhkan semangat literasi dan perubahan.

Kategori

  • Daerah
  • Ekonomi – Bisnis
  • Entertainment
  • Headline
  • Hukum
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Profile
  • Ragam
  • Science
  • Seni Budaya
  • Tak Berkategori
  • Teknologi
  • Wisata
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Term Of Use

© 2024 Nitikan.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi – Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Profile
  • Teknologi
  • Science
  • Wisata

© 2024 Nitikan.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • slot demo terbaik
  • https://grupoceleron.com/
  • slot gacor malam ini
  • https://aldypay.com/credit-purchase/
  • https://www.sharpener.tech/blog/
  • http://www.dramsyar.com.my/dramsyarservices/
  • https://urbanbat.org/salto-al-vacio/
  • https://kemin.gov.kg/
  • https://vjcc.org.vn
  • ggsoft
  • spaceman
  • slot dana
  • sv388
  • https://www.starfilterind.com/filter-cartridge/
  • https://santillan.ec/contacto/
  • https://travelnevada.fr/blog/
  • http://www.agfarma.com/about/
  • situs138
  • ggsoft
  • slot88
  • https://rgc.com.br/contato/
  • duniacash
  • https://restaurantemoche.com/contact-me/
  • https://agri.ubru.ac.th/
  • https://pedrolopez.pt/
  • https://ezap.edu.vn/
  • slot gacor
  • sultan188
  • slot 10k
  • https://revoar.org/contato/
  • https://www.woodyantique.com/testimonial
  • beras11
  • slot 10k
  • https://paninibay.com/
  • slot depo 5k
  • slot qris
  • https://tagme.com.br/login/
  • slot depo 10k
  • situs slot online
  • ggsoft
  • https://atmaenterprise.com/
  • https://www.lepagefoodanddrinks.com/private-cheffing
  • https://weddingdive.com/idea/
  • https://de.goodstats.id/gehry-architecture/
  • https://www.facility.management.zarz.agh.edu.pl/kontakt/
  • slot 138
  • https://hub.egaleo.gr/prosklisi-kypee/
  • https://store.amerimed.net/
  • https://zlatnadvorana.com/galerija/
  • slot69
  • slot69
  • https://iesmontilivi.net/noticies/
  • https://trrhospitals.com/about-us/
  • https://astaracademy.edu.my/contact-us/
  • https://clinicaitabayana.com/herpeszoster/
  • https://khcn.tbd.edu.vn/danh-muc/linh-vuc-nghien-cuu/
  • https://ca.zonajakarta.com/privacy-policy/
  • https://digital.melintas.id/careers/
  • https://cityluxurycarsrental.com/brands/
  • https://technobox.mk/kalkulator/
  • https://beras11.vip/